Pembangkit Listrik yang Menerangi Dakwah di Pedalaman Lampung

Setelah berlelah-lelah selama 10 jam memutari Lampung dari Way Abung menuju Pesisir Barat, akhirnya Terios yang kami tumpangi  sampai juga di tempat tujuan, tepatnya di Pekon Sinar Baru Kecamatan Ngaras (Dulu kecamatan Bengkunat), Kabupaten Pesisir Barat.

Lelah dan panasnya safar, medan jalan yang meliuk berliku-liku bahkan menembus hutan belantara dengan jalanan menanjak curam. Tidak sama sekali menyurutkan niat kami untuk berdakwah bahkan Semakin menambah adranenalin semangat kami, seperti apa medan dakwah didepan.

Dan Alhamdulillah, lelah, penat dan kesal hilang seketika saat  tuan rumah menyambut dengan ramah dan hangat sehangat teh hangat yang dihidangkan kepada kami. Ditambah obrolan yang hangat juga,  penuh ukhwah dan keakraban seperti kawan lama yang baru bersua seteleh sekian lama terpisah jarak dan waktu yang sangat lama. Inilah indahnya Ukhwah Islamiyah.

Disela-sela obrolan tersebut, salah satu dari kami bertanya, “ini aliran listrik dari mana Pak? Karena dari ujung jalan raya sana kami tidak menemukan tiang listrik yang dapat menghubungkan kabel ke dusun ini?” selidik rekan kami. Pak Rahmat menjawab, “Oh! Ini berkreasi sendiri, tenaga listrik ini dari tenaga air melalui turbin yang kami buat. Biayanya sangat murah sekali. Tapi alhmadulillah cukup menerangi di dusun kami yang terpencil ini”

Jujur saja saya sangat tertarik, ketika umat ini merasa tercekik dengan melambungnya TDL (Tarif Daya Listrik) yang berefek pada kenaikan harga transportasi dan produksi sampai semuanya harga-harga tentu ikut naik. Justru didusun terpencil ini sudah ada solusinya mengalahkan orang kota atau yang berpendidikan. Saya pikir seandainya para da’i yang berdakwah dipedalaman bisa mengembangkan energi listrik sederhana ini, tentu dakwah Islam semakin diterima secara luas.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Ongkos listrik tenaga air relatif rendah, menjadikannya sumber yang kompetitif untuk energi terbarukan. Pembangkitnya tidak menghabiskan air, tidak seperti pembangkit batu bara atau gas.

Ketika saya tanya  berapa biaya untuk membuat turbin dan dinamo (non mesin)? Pak Rahmat menjawab kurang lebih utk dinamonya saja 3 jutaan saja ditambah paralon dan kabel jadi 20 jutaan.

Tentu itu hanya biaya awal saja, setelahnya listrik akan menyala dan gratis tis!. Bahkan satu turbin bisa untuk listrik belasan rumah. Sehingga biaya awal tadi bisa ditanggung bersama selebihnya adalah biaya perawatan dengan swdaya bersama.

Dengan bendungan buatan, warga Disini mensiasatinya dgn menggunakan paralon agar air meluncur kebawah dengan deras. Reservoir juga membuatnya sumber listrik yang fleksibel karena listrik yang dihasilkan dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan. Ketika sebuah kompleks tenaga air dibangun, maka tidak menghasilkan limbah langsung dan tingkat gas rumah kaca yang relatif lebih rendah daripada pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari air. Namun, secara luas, pembangkit listrik tenaga air tidak hanya terbatas pada air dari sebuah waduk atau air terjun, melainkan juga meliputi pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air dalam bentuk lain seperti tenaga ombak.

Bagi rekan-rekan da’i pedalaman, tempat saya ini bisa sebagai percontohan. Barangkali bisa dipraktekkan ditempat antum disitu. Inti dari PLTA sederhana ini adalah Turbin dan Generator. sebagai komponen pokok yang mengubah energi potensial air menjadi energi gerak, menjadi energi listrik. Pada prakteknya turbin dan generator ini menjadi satu alat.

Adapun Sistem kerjanya, sbb:
Pertama-tama, ada air yang masuk dari sungai/ waduk/ bisa juga disebut dengan tandon ke turbin melalui suatu alat yang dinamakan penstock. Tanpa suatu katup pengelola air.  Krn dirasa cukup.

Kedua, energi yang dihasilkan dari air potensial tersebut mampu menggerakkan turbin dan menghasilkan suatu energi gerak yang dikonversikan juga menjadi energi listrik oleh bantuan generator. Cara kerja pembangkit listrik tenaga air sederhana yang selanjutnya yaitu energi listrik dari generator tersebut kemudian diatur lalu ditransfer dengan alat yang dinamakan main transformer supaya sesuai dengan kapasitas dari transmission line yang meliputi tegangan, daya dan lainya untuk didistribusikan ke rumah-rumah warga

Wallahu A'lam bi Shawab.

Pesisir Barat, 30 Sya’ban 1439 H
KPQN RAMADHAN 1439 H