Belajar Tsaqifa dan Pembentukan KTA di Tarakan

Belajar Tsaqifa di TarakanAlhamdulillah alladzi bini'matihi tatimmus sholihaat, tertanggal 08 Mei 2019 tepatnya hari Rabu bertempat di musholla Al barokah desa persemaian, Tarakan. kita memulai kegiatan sebagai tindak lanjut dari sosialisasi KPQN yg bekerja sama dengan yayasan bina Al karima Tarakan,dalam program pemberantasan buta huruf Al Qur'an.
Mengapa acara ini di helat?
Karena memang sebagai salah satu bentuk kontribusi dan amal nyata dari KPQN yaitu Kafilah Pembelajar Al Qur'an Nusantara, sebuah lembaga yang menggawangi para aktivis dakwah dan para pecinta Al Qur'an, bersifat non partisan dan tidak berafiliasi dengan ormas manapun, fokus pekerjaan nya adalah mengajari Al-Qur'an dari nol atau belum bisa membaca Al Qur'an walaupun hanya satu huruf sekalipun hingga lancar,mampu menerjemahkan,menafsirkan dan berusaha beramal. Dan atas kerja sama dengan yayasan bina Al karima Tarakan berusaha berkhidmat untuk ummat khususnya di kabupaten Tarakan,dalam rangka pemberantasan buta huruf Al Qur'an yang juga merupakan salah satu program unggulan nya dengan metode TSAQIFA.
mungkin kita penasaran apa itu TSAQIFA?
Buku yang ditulis oleh Ustadz Umar taqwim S.ag ini, Ustadz asal Magelang Jawa tengah ini Alhamdulillah menjadi senjata andalan kami dalam program ini.untuk gambaran metode hampir mirip dengan metode ummi, tilawati atau yang sangat akrab kita jumpai di rak-rak masjid atau TPA yaitu iqro yang semoga  semuanya menjadi wasilah amal Soleh bagi para penulis nya.
Mari kita fokuskan lagi kepada kegiatan.
 Subuh yang begitu gelap dan  pekat menyelimuti bumi Tarakan disertai rintik hujan yang mengiringi kegiatan kami karena memang sejak malam sekira pukul 24.00 WITA hujan turun dengan lebat dan Alhamdulillah belum berhenti hingga menjelang subuh,tanpa pikir panjang setelah menyelesaikan santap sahur, sebut saja ustadz Makinu selaku penanggung jawab keberadaan saya selama disini yaitu di bulan Ramadhan 1440 H ini, segera  memacu Jupiter z nya dengan kencang karena jarak dari yayasan yang saya sementara tinggal di sana lumayan jauh sekitar 3 km dengan kondisi jalan yang licin naik turun pegunungan disertai rintikan hujan tak menyurutkan langkah kami   bahkan menjadi pelecut semangat kami untuk tetap berkhidmat bagi ummat.Dengan  ini kita mulai menindak lanjuti sosialisasi pada hari Selasa yang lalu.
Setelah di mulai dengan test satu persatu dari peserta yang ada dengan di suguhkan langsung halaman 11 yang berisikan lembar test I dan test II, maka di hasilkan peserta yang lulus dan bisa membaca kami kelompokkan dan terbentuklah KTA dengan jumlah 5 orang dari 8 peserta yang hadir,dan langsung saya handel.mengapa demikian, karena salah satu peserta yang juga guru ngaji di sini khawatir jikalau beliau yg menghandle langsung ke KTA bisa jadi ada yg merasa tidak nyaman karena di ajari oleh teman sendiri.
Adapun selebihnya sisa 3 orang yang memang masih meraba-raba dalam bacaannya langsung kami tindak lanjuti dengan metode TSAQIFA yang qoddarullah untuk pengajar nya adalah salah satu Da'i yayasan yaitu ustadz Herdiyanto, yang juga selaku imam tetap di masjid Al barokah ini, sudah mendapatkan training  pada malam Ahad lalu.
Belajar Tsaqifa di TarakanAlhamdulillah semua peserta antusias baik yang sudah jenjang KTA maupun TSAQIFA
Dan khususnya KTA yang saya berada di dalam nya mereka meminta agar di lanjutkan setiap subuh.akhirnya menjadi tempat transit kedua saya di negeri Tarakan ini setelah di yayasan bina Al karima Tarakan.di masjid Al barokah ini sudah di sediakan sebuah kamar yang  lengkap dengan tempat tidur,almari dan kamar mandi siap pakai untuk para ustadz yang ingin tinggal di sini ataupun sekedar melepas lelah sambil membersamai jama'ah di bulan Ramadhan ini.
Demikian laporan singkat yang kami buat harap dimaklumi adanya semoga Allah senantiasa membalas kontibusi yang belum seberapa ini dalam rangka mewujudkan izzul Islam wal muslimin
Rabu 3 Ramadhan 1440 H, 8 Mei 2019
Al faqir ila 'afwi robbi Sholahuddin 'ali