Bapak Azis dari Tarakan menyelesaikan belajar membaca al-Quran dengan Tsaqifa

Alhamdulillahi Robbil 'alamiin. Tiada hentinya rasa syukur kehadirat Allah subhanahu wata'ala yang telah memperkenankan seorang hamba Nya untuk bisa lebih dekat kalam-Nya nan agung.
Perkenalkan beliau adalah bapak Azis, Alamat di desa persemaian, juwata kerikil, Tarakan. Usia 59 tahun, pekerjaan pensiunan dinas PDAM kota Tarakan. Alhamdulillah alladzi bini'matihi tatimmus sholihaat, seorang ayah kelahiran Bone, Sulsel yang Alhamdulillah memiliki satu orang putri ini dengan izin Allah semata dapat menyelesaikan belajar tsaqifa pada hari ini, Selasa 9 Ramadhan 1440 H,atau 14 Mei 2019 tepatnya pada subuh tadi. Dengan senantiasa di bimbing oleh ust Herdiyanto selaku Da'i yayasan bina Al karima Tarakan yang juga mewaqafkan jiwa dan raga nya untuk Islam dengan kemampuan beliau sebagai imam masjid 5 waktu,guru TPA dan satu lagi profesi barunya guru TSAQIFA. Karena sudah menjadi kesepakatan bahwa beliau meminta untuk memegang kelas TSAQIFA sedangkan saya di minta untuk membersamai jama'ah yang sudah masuk KTA.  dengan perasaan yang senang dan bahagia yang membuncah beliau nyeletuk" ternyata mudah ya ustadz belajar Al Qur'an itu" apalagi besar begini tulisannya.
Karena memang kami foto copykan dengan ukuran A3 agar lebih mudah dalam pembelajaran dengan asumsi bahwa di awal pembelajaran murid TSAQIFA di masjid Al barokah ini ada 3 orang,tapi qoddarullah wamaa syaa fa'ala ternyata hanya satu Istiqomah yaitu beliau.
bapak Azis  Alamat di desa persemaian, juwata kerikil,TarakanDengan semangat nya beliau pak Azis ini membaca kolom latihan membaca pada bab VIII meskipun masih agak terbata-bata, dan mulai besok insyaa Allah beliau akan langsung bergabung dengan KTA yang sudah ada, baarokallahu fieh.dan  inilah keajaiban Al-Qur'an, tidak ada yg tidak mungkin bagi Allah ???? ???? ??? ???  ?? ?? ???? ?? ?? ?????
 Karena awalnya pak azis belum bisa sama sekali membaca.
Dengan kondisi tergopoh-gopoh beliau menyempatkan diri menyisihkan waktunya untuk senantiasa belajar Al Qur'an di subuh hari yang bertabur barokah.lantas memang  beliau  juga jama'ah tetap di masjid Al Barokah ini yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah di usia senja.
Satu pesan beliau yang selalu saya ingat bahwa beliau mengatakan "mau banyak-banyak pun kita hafal syahadat tapi kalo ndak dibuat itu ibadah Ndak akan bisa kita ucapkan saat sakaratul maut". daaar ucapan itu benar-benar meledak di dada saya mengingat bahwa seorang yang usia senja,beliau sadar bahwa beliau akan menghadap sang Khaliq dengan bekal amal Sholih. mengingat betapa banyak sekali orang-orang  yang secara fisik kuat,sehat wal Afiat kurang bisa memahami arti dari kehidupan yang sebenarnya.jangankan untuk meluangkan belajar Al Qur'an yang nota bene bukan bahasa kita sehari-hari, sekedar menggugurkan kewajiban pun dengan melaksanakan shalat lima waktu tak urun di dilakukan.laa hawla wala quwwata Illa Billah.tak malukah kita dengan beliau yang secara fisik sudah banyak yang berkurang baik tenaga maupun intelektualitas tapi semangat untuk lebih dekat kepada Allah tidak kalah semangat bila dibandingkan dengan para remaja kita keumuman di masa-masa sweet seventeen nya dalam mengejar cinta nya.
Demikian laporan dari saya
Dari Lembah persemaian melaporkan apa adanya dengan selalu mengharap ridho Allah SWT
9 Ramadhan 1440H
Hamba yang sedang bersuka cita Sholahuddin 'aliy