Taraweh di Masjid Berkapasitas Seribu Orang

Lain Jawa, lain di Mamuju cara mereka menyemarakan pembuka menjelang pelaksanaan sholat Tarawih , di sini sebelum sholat Terawih anak seusia sekolah dasar maju berbicara di depan microfon dan banyak jamaah mendengarkanya, isi agenda yang di bacakan berkenaan dengan imam tarawih dan penceramah serta saldo infaq terakhir.

Selama masuk di beberapa masjid Mamuju,  hampir tidak ada di sini pelaksanaan sholat Tarawih berjumlah 23 Rokaat meskipun jika melihat model mimbar panggung bernuasa Nahdiyin, tapi kami rasa itu tidak penting justru ini merupakan pengalaman dan pengetahuan yang baru bahwa berbeda daerah berbeda pula metode pelaksanaanya dan memang antara 23 atau 11 sama sama punya dasar.

Pujian dan sholawat telah di sampaikan, sholat Isyak mulai di tegakan, sesekali menoleh kebelakang nampak begitu lautan manusia, subhanallah.
Selanjutnya nama sayapun di panggil untuk tausyiah sebelum sholat tarawih..begitu berdiri mau tausyiah perasaan semakin bangkit dan bersemangat karena begitu banyaknya jamaah bershaf shaf memadati setiap garis kiblat, baru kali ini pengalaman pertama berceramah di depan ribuan jamaah seolah olah diri seperti layaknya da'i sejuta ummat.

Keadaan jamaah begitu semangat dan penasaran tak kala saya perkenalkan dai dari jawa dan tujuanya bersilaturrohim serta membagi sedikit ilmu yang kami miliki.

Mereka tampak bersemangat tak kala di sampaikan bahwa tidak akan bermafaat iman pada diri seseorang jika tidak beramal & sia sia amalan manusia jika tidak bersandar kepada keimanan kepada Allah , bahkan amalan ini akan di hapus oleh Allah bagai debu yang berterbangan ( sambil menyeru QS AlFurqon : 23)

Tausyiah berjalan hanya 20 menit karena kami paham mereka akan kecewa jika waktu terlalu lama,  belum lagi nanti masih pelaksanaan sholat tarawih 13 rokaat di samping fokus maksimal orang sekitar -+20 menit. Akhirnya tausyiah kami tutup , nampak puas meskipun sedikit yang kami sampaikan tapi mengena karena tema yang kami sampaikan difinisi dari Aqidah salaf ( iman yakni diyakini dalam hati, di benarkan dengan lisannya,dan di amalkan dengan anggota badanya)

Selesai sholat isyak & tarawih , kamipun di grebek!!..
Anak anak seusia SD meminta tanda tangan, bak artis dadakan , Ggrr...hampir tidak terlihat atap langit masjid ArRahman , ketika kepala sedikit melihat ke atas,  karena anak anak antri berjubel untuk minta paraf dan tema ceramah.



Insyaa Allah hari selasa 22 Mei bakda subuh akan kembali ke masjif ini karena ada jadwal kuliyah subuh yang harus saya penuhi.

By mochammad
kabulaten Pasang Kayu Sulawesi Barat