Sosialisasi Tsaqifa di Pekon Ujung Pandang

Alhamdulillah dihari ke-5 Ramadhan ini saya di ajak lagi safari tarawih. Kali ini di dusun bawah, pekon ujung pandang namanya  masih di desa Sukamaju, Kecamatan Ngaras. Setelah mengikuti shalat  tarawih 20 rakaat plus witir, Pak Kyai memberikan kesempatan kepada saya untuk sosialisasi metode mengajarkan Alqur’an dengan sistem 5 kali pertemuan bisa baca yakni metode Tsaqifa.



Saya mulai memaparkan sekilas tentang pentingnya membaca Alqur’an berikut fadhilah-fadhilahnya yang melimpah.  Setelah itu saya promosikan *Tsaqifa*. Metode terbarukan tentang bagaimana belajar membaca Alqur’an dengan 5 kali pertemuan saja bisa langsung membaca kalam-Nya ini. “Sudah terbukti diberbagai wilayah di Indonesia”, ucapku.  “Seperti Sulawesi, Kalimantan, NTB, Bima Batam, dan Sumatera serta daerah-daerah lain”

Tidak disangka respon jama’ah (yg berjumlah 60 dgn ibu-ibu dan remaja puteri dibalik tabir)akan presentasi saya tadi sangat luar biasa! Banyak pertanyaan-pertanyaan seputar *Tsaqifa* dan tanya jawab lainnya.  Ada beberapa bapak yang siap belajar *Tsaqifa*. Insya Allah diagendakan. Bahkan saya diberondong dengan pertanyaan-pertanyaan dieniyah lainnya sampai  pukul 21:30 malam . mungkin kalau saya belum pulang masih betah para jama’ah ini sharing masalah-masalah lainnya.

Karena sudah larut,  para remaja masjidpun akan tadarusan. Maka kami ijin  pulang. Masih ada jatah besok malam lagi dimasjid ini. Wallahu’alam.

Pesisir barat, 5 Ramadhan 1439

 (Pelapor : Azzam ad-dasuqi)